SUMBER WACANA : Budi Kurniawan Analis mobil bekas
Berikut ini keunggulan & kelemahan 9 macam mobil bekas dengan range harga 50-60jt:
-Kalau BMW 520i bisa dapat kisaran tahun 90-an, dan kondisi biasanya udah mulai ber-masalah, mulai dari fuel pump, idle control, dan bbrp komponen elektrikal lainnya, dan kalau sial ECU-nya bisa-bisa udah mulai bermasalah (harga ECU bisa 5 juta ke atas!!). BMW sparepartnya mahal dan mobilnya cenderung rewel terutama yg 520i.
Karena 6 silinder, konsumsi bensin pasti boros.
Meski BMW 520i terlihat bergengsi namun kalau namanya mogok di jalan tentu udah nggak bisa bicara gengsi lagi.
Mobil yg harga sparepartnya mahal, biasanya harga bekasnya cepat jatuh.
-Kalau Genio 92 bisa saja dapat harga 60 juta tapi kondisi biasanya pasti amburadul. Sebab harga Genio 92 yg kondisinya bagus masih berkisar 70juta-an . Untungnya harga sparepart Honda nggak semahal BMW, dan kalau mau hemat belilah sparepart Honda di pasar gelap (Black Market) yg biasanya adalah sparepart orisinil dan juga KW2 yg tanpa garansi tapi cukup oke juga.
Kelemahan Genio 92 biasanya di as kruk, AC, dan radiator. Jadi pastikan budget servis anda agak banyak.
Selain itu suspensi Genio tergolong cukup keras. Namun tarikannya Genio sangat dahsyat (tarikannya lebih kenceng dibanding BMW 520i) dengan konsumsi bensin yg tidak terlalu boros. Selain itu bentuk Genio masih up-to-date.
Banyak orang awam beranggapan bahwa harga sparepart Honda pasti mahal, padahal tidak sepenuhnya betul. Bila beli di dealer resmi memang harganya mahal, tapi di pasar gelap harga sparepat Honda harganya jauh lebih murah.
-Kalau Grand Civic bisa dapet tahun 91 (50 jutaan). Tapi Grand Civic bentuknya udah ketinggalan jaman dan mesinnya masih karburator. Selain itu Grand Civic sering bermasalah di kaki-kaki (long tie rod, tie rod, dll).
Tarikan lumayan oke, walapun nggak sedahsyat Genio tapi paling tidak lebih kenceng daripada Mazda Interplay.
Problem Grand Civic lainnya adalah karat di sekitar lis kaca depan & belakang.
-Kalau Mazda Interplay bisa dapet tahun 91-92 (45-50 jutaan). Bentuknya lebih up-to-date dibanding Grand Civic, tapi design dashboard & interiornya lebih kuno dibanding Grand Civic. Selain itu pasaran Mazda Interplay nggak sebagus Grand Civic. Mesinnya masih karburator dan tarikannya tidak segarang Grand Civic. Problemnya biasanya di Speedometer digital-nya. Biasanya kondisi Interplay bekas rata-rata sudah tidak terlalu bagus.
-Kalau Maestro bisa dapet tahun 90-91 (50jt-60jt). Maestro adalah mobil Honda yg jarang rewel tapi bensinnya boros minta ampun, apalagi Maestro tahun 90-91 mesinnya masih karburator sehingga cenderung lebih boros dibanding yg mesin Injection. Tapi supensi Meastro sangat enak dan AC sangat dingin (karena mesin 2000cc). Dan meskipun mobilnya besar namun setirnya sangat ringan. Tarikannya kurang lebih seperti Genio.
Sama seperti Grand Civic, problem Maestro yg umum adalah karat di sekitar lis kaca depan & belakang.
-Kalau Lancer EvoIII bisa dapet tahun 93 (55 juta). Mobil ini cocok buat yg suka ngebut. Tapi perhatikan bahwa penyakit mitsubishi biasanya di ECU-nya yg sering bermasalah. Dan harga ECU tidaklah murah (sekitar 5 jutaan). Selain itu harga sparepart mitsubishi sangat mahal karena distribusi sparepartnya dimonopoli oleh dealer. Harga sparepartnya jauh lebih mahal drpd sparepart Honda, karena sparepart Honda tidak dimonopoli dealer (alias banyak importir gelapnya).
Harga pasaran bekas EvoIII juga cenderung jatuh (mungkin karena sperapart yg mahal dan bentuk yg kurang up-to-date)
-Kalo KIA Sephia (Timor)DOHC bisa dapat tahun 97-98 (50jt-55jt). Tarikan mesin DOHC-nya cukup garang, meski tidak sedahsyat mesin Genio. Namun problem Timor yg paling utama adalah kualitas komponen mesin dan interiornya. Dasboardnya sering ngelotok kalau kena panas.
Hanya dengan melihat sekilas dashboardnya saja kita bisa tahu bahwa kualitas komponenya terlihat dari plastik murahan.
Penutup oli terbuat dari plastik yg kadang bisa terlepas sendiri yg tentu mengakibatkan kebocoran oli.
-Kalo Hyundai Accent bisa dapat tahun 97-98 (55jt-60jt), kondisi rata-rata masih bagus. ECU dan mesin-mesinnya biasanya juga masih oke.
Accent adalah mobil yg jarang rewel, selain itu bensinnya sangat irit (12 valve). Karena 12 valve maka rentang penggantian timing belt juga sangat lama (alias hemat). Bentuknya pun up-to-date. Desain & kualitas dashboardnya juga cukup bagus (jauh lebih bagus drpd Timor).
Sparepart Hyundai Accent tergolong sangat murah. Beberapa spearepartnya bahkan harganya cuma setengah harga sparepart mobil jepang.
Tarikan Accent memang tidak sekencang Genio. Tarikannya kurang lebih seperti Grand Civic, namun konsumsi bensinnya jauh lebih irit dibanding Grand Civic dan Genio.
Selain itu suspensi Accent lebih empuk dibanding Genio.
-Kalo Hyundai Elantra bisa dapat tahun 97-98 (50jt-55jt), kondisi rata-rata masih bagus juga. ECU dan mesin-mesinnya juga masih oke. Tapi harga bekas Elantra cenderung lebih jatuh dibanding Accent karena selain bentuknya terkesan lebih kuno dibanding Accent, design dashboardnya juga tidak modern seperti Accent. Selain itu bensinnya juga agak lebih boros dibanding Accent.
Dan sialnya lagi, harga sparepart Hyundai Elantra lebih mahal drpd Accent.
Tidak seperti Hyundai Accent, Hyundai Elantra adalah mobil yg kurang laku baik sewaktu baru maupun bekasnya. Penjualannya boleh dibilang "gagal" sehingga dealer Hyundai cukup jera & kapok untuk memasukkan lagi seri-seri Hyundai Elantra yg lebih baru.
KESIMPULAN:
Dengan budget 50-60jt kalau mau dapet mobil yg kondisinya masih bagus, teknologinya modern (injection), bensinnya sangat irit, bentuknya up-to-date, dan jarang rewel pilihannya adalah Hyundai Accent 97-98.
Sebagai catatan, Hyundai Accent adalah mobil Korea yg meraih gelar "best seller" di pasaran dunia. Makanya hingga kini terus diperbaharui varian-varian terbarunya.
Bila seri Civic adalah best seller-nya mobil Jepang, seri Accent adalah best seller-nya mobil Korea.